Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Thursday, April 5, 2018

Bahayakah Biskuit ‘Crispy Crackers’ yang Menyala Saat Dibakar?

1. Bahwa produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.
2. Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan.
3. Bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin diperlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.
4. Bahwa Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dengan nomor izin edar Badan POM (MD atau ML).
5. Sebagai perlindungan terhadap masyarakat, Badan POM terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
Sementera itu dalam penjelsannya, Wakil pimpinan Nissin, Agus Susanto G, crackers rasa keju ini mudah terbakar karena memiliki kandungan tepung terigu, gula, dan minyak. Selain itu, kandungan air yang rendah juga membuat biskuit ini menjadi kering sehingga mudah tersulut api.


Agus menyatakan hal yang sama juga akan terjadi pada produk yang sejenis. Selain itu, dalam surat tersebut, ia juga menuliskan perusahaan yang ia kelola telah memiliki izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta mengantongi sertifikat halal dari MUI.

Wednesday, April 4, 2018

Kerupuk Yang Mengandung Plastik


Kerupuk Yang Mengandung Plastik


Jakarta - Kerupuk yang digoreng pakai plastik kalau dibakar akan menyala dan menghitam. Itu menurut informasi yang beredar di internet. Tapi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kerupuk mirip uceng yang kalau dibakar pasti menyala.
Informasi cara membedakan kerupuk yang digoreng dengan plastik dan yang tidak memunculkan anggapan kerupuk semacam itu benar-benar ada di pasaran. Hal ini patut diwaspadai karena makanan yang digoreng dengan campuran plastik tentunya memunculkan dampak negatif kesehatan.

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan Olahan BPOM, Ratmono, membantah informasi yang mengatakan bahwa kerupuk yang menyala saat dibakar pasti digoreng mengunakan plastik. Menurutnya, semua kerupuk kalau dibakar pasti akan menyala dan berubah menjadi hitam.

"Kerupuk itu kandungannya 75 persen tapioka, sifatnya kalau dibakar akan menjadi karbon. Jadi pasti akan menjadi hitam kalau dibakar, itu bukan karena digoreng dengan minyak mengandung plastik," tegas Ratmono saat dihubungi detikHealth, Kamis (7/2/2013).

Mengenai api yang menyala saat kerupuk dibakar, menurutnya itu juga tidak menunjukkan bahwa kerupuk tersebut digoreng menggunakan plastik. Saat digoreng dengan minyak apapun, kerupuk akan menyerap 18 persen minyak sehingga sifatnya menjadi mudah terbakar.

Saat kerupuk dibakar, nyala api berasal dari pembakaran minyak yang terserap dan bukan dari pembakaran plastik. Ratmono mengibaratkannya seperti uceng atau sumbu lampu minyak, yang mudah sekali terbakar karena menyerap minyak sebagai bahan bakarnya.

"Karena menyerap minyak, kerupuk jadi seperti uceng. Uceng itu seperti sumbu kalau di kampung saya. Itu kalau dikasih api ya pasti menyala. Baunya kadang-kadang memang mirip plastik," tambah Ratmono.

Ratmono menyayangkan beredarnya informasi tentang kerupuk mengandung plastik di internet. Menurutnya, informasi yang menyesatkan seperti itu akan sangat merugikan para pedagang kerupuk dan meresahkan masyarakat pada umumnya yang jadi takut makan kerupuk.

Makanan Kaleng Berbahaya

InnaLillahi wa Inna Illaihi roji'un
Assalammu'alaikum Wr Wb
Breaking News : Meneruskan info dr Ibu Dubes KBRI KL 
Berikut ada juga makanan kaleng yang berbahaya, tolong beritahu anak2 , suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara itu ada kira-kira 200 orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lecy , Rambutan , Lengkeng , Mangga Puding dll. Setelah terima ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun...... Demi keselamatan kita semua. Info dr ibu dubes KBRI
(Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI)
Simak Beritanya :http://health.liputan6.hb/read/678535 {semoga bermanfaat}. Mohon bantu share ya. 

Pesan yang senada juga beredar di aplikasi chat, bunyinya:
"Beli makanan kalengan jangan beli dari negara tetangga (Thailand). 
(diumumkan pada hari ini tanggal 26 Agustus 2013 pukul 10.01)
** Rab, 28 Agu 11:28 **
Pemberitahuan genting dan penting: teman-teman dan keluarga tercinta, hati-hati konsumsi buah kaleng, khususnya buah kaleng produksi Thailand, karena 200 lebih penderita AIDS di Thailand dibawah pemimpin penderita AIDS menyerbu masuk ke pabrik-pabrik buah kaleng dan meneteskan darah bervirus. Mereka ke tempat pengolahan buah kaleng dalam pabrik-pabrik tersebut, hal ini sudah diakui kebenarannya oleh dinas kesehatan setempat. Dan untuk menghindari bertambah korban; produk buah2 seperti rambutan, puding mangga, lengkeng, ling Zi, ma yu dan lain-lain sudah diturunkan dari rak supermarket. Setelah terima info ini mohon di BC ke kontak2 anda! Mencegah selamanya lebih efektif daripada mengobati."
Humas BPOM Nelly ketika itu menyampaikan bahwa saat ini BPOM akan menyampaikan terlebih dahulu pada Kepala Biro Humas dan Kepala BPOM untuk menindaklanjut informasi tersebut.
Klarifikasi BPOM
Sebenarnya BPOM telah mengklarifikasi kabar burung tersebut pada 12 November 2014 dan menyampaikan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoaks. Berikut bunyi pernyataan resmi BPOM yang juga bisa dilihat di tautan Klarifikasi : Produk Pangan Yang Tidak Aman Dikonsumsi Karena Mengandung Darah dan Virus HIV:
"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk makanan kaleng impor asal Thailand yang mengandung darah dan virus HIV, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
Badan POM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation).
Badan POM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah HOAX yang menyesatkan.
Masyarakat diimbau agar teliti membaca label. Jadilah konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial.

HIV/AIDS Menular lewat Makanan Kaleng


tergopoh-gopoh mendatangi sang suami, Solahuddin, sambil menggenggam handphone. Tangannya menunjuk berita yang diawali dengan kalimat innalillahi wa inna ilaihi rojiun. "HIV/AIDS ternyata bisa menular lewat makanan kaleng, Pa," kata Firda.
Solahuddin yang awalnya agak tidak peduli jadi terperangah. Keduanya khawatir dengan berita itu karena selama ini sering mengonsumsi buah dalam kemasan kaleng.
Berita tersebut diterima dengan judul Meneruskan Informasi dari Ibu Dubes KBRI KL (Kuala Lumpur). Isinya, permintaan untuk memberi tahu anak-anak, suami, istri, dan semua teman agar tidak lagi mengonsumsi makanan kaleng. Terutama buah-buahan produksi Thailand.
Alasannya, di negara itu, ada sekitar 200 orang yang mengidap HIV/AIDS bekerja di pabrik buah kalengan. Para pekerja tersebut memasukkan darah mereka ke dalam buah kemasan kaleng yang dijual ke beberapa negara. Termasuk Indonesia.
Berita itu dibuat semakin meyakinkan dengan menyebutkan bahwa Departemen Kesehatan Thailand sudah me­ngetahui hal tersebut. Otoritas pemerintahan di sana juga sudah menyita banyak barang bukti. Tapi, lebih banyak lagi yang sudah telanjur beredar.
Buah kalengan berisi darah pengidap HIV/AIDS itu berupa leci, rambutan, kelengkeng, dan mangga. Pembuat berita itu meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan kalengan apa pun demi keselamatan bersama.
Penulis berita juga mencantumkan nama Rita Toisuta Arifson yang disebut berasal dari Kementerian Kesehatan RI. Nama itu berada di bagian pesan paling bawah untuk menunjukkan sebagai identitas penyebar informasi.
Untuk lebih meyakinkan, dalam berita tersebut juga tertulis link berita dari sebuah portal online. Pembaca pesan itu diminta menyimak beritanya di link tersebut. Tapi, ketika diklik, sumber tersebut tidak ditemukan. Tidak ketinggalan, permintaan bantuan untuk menyebarkan berita tersebut di akhir berita.
Pesan berantai itu sangat cepat menyebar. Lewat grup percakapan, status media sosial, hingga pesan pribadi yang berantai. Sebenarnya pesan tersebut muncul sejak beberapa tahun lalu. Tapi, masih beredar dan terus tersebar sampai sekarang.
Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Andreano Erwin saat dikonfirmasi memastikan bahwa informasi itu palsu. Dia sudah mendengarnya sejak setahun lalu. Berita tersebut cepat tersebar melalui netizen. "Entah siapa yang memulai mengirim pesan seperti itu," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Suratmono memastikan, isu yang berkembang tersebut tak benar. Menurut dia, hingga saat ini, BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut. Termasuk kandungan darah dan HIV dalam makanan kaleng.
"Apalagi, HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi, pemberitaan tersebut adalah hoax yang menyesatkan," tegasnya.
Suratmono memastikan, pihaknya selalu mengevaluasi keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di Indonesia. BPOM juga mengawasi produk pangan yang beredar di Indonesia. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik.

Saturday, March 31, 2018

Makanan hewani berbahaya bagi kesehatan

Jansen Ongko menyampaikan kalau kecenderungan orang yang menjalani diet memilih untuk menjadi vegetarian. Hal ini karena muncul anggapan bahwa makanan hewani itu bersifat asam. Kadar keasaman ini dipercaya menjadi pemicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

“Padahal asam diregulasi tubuh kita sendiri. Bukan karena apa yang kita makan. Jadi, kalau tubuh nggak sehat, otomatis, keseimbangan PH akan terganggu. Kalau PH darah nggak beraturan, harus cuci darah,” ucapnya.


Dari hoax-hoax yang sudah dipaparkan di atas, ada nggak dari kalian yang sempat mempercayai sebagian diantaranya? Nah, mulai dari sekarang jangan percaya deh berita-berita yang nggak mencantumkan data yang akurat dan jelas.

Friday, March 30, 2018

Kantong Teh Celup yang Disebut Beracun


Pada 2016 sempat beredar di media sosial tentang bahaya kemasan plastik dan kertas yang digunakan pada produk teh celup. Kemasan seperti itu disebut-sebut mengandung racun.
Pada 7 Desember 2016 Badan POM mengeluarkan penjelasan bahwa kantong teh celup umumnya terbuat dari kertas dan plastik. Kantong teh celup yang terbuat dari kertas biasanya berupa jenis kraft dilapisi plastik polietilen yang berfungsi dalam perekatan panas. Polietilen tidak akan meleleh pada suhu titik didih air. Hal ini terlihat dengan tidak terbukanya kantong kertas teh celup saat diseduh dengan air panas. Selain itu, industri kertas untuk kemasan pangan juga sudah tidak menggunakan senyawa klorin sebagai pemutih dan syarat ini disertakan pada saat permohonan penilaian keamanan produk.

Selain kantong kertas, kantong plastik teh celup juga terbuat dari plastik jenis nilon, yakni polietilen terefltalat (PET) atau asam polilaktat (PLA). Teh celup yang terdaftar di Badan POM telah melalui evaluasi penilaian keamanan pangan termasuk penilaian keamanan kemasan atau kantong teh celup tersebut.

Minum Air Dingin Usai Makan Picu Kanker


Disebutkan dalam pesan yang beredar, minum air dingin usai makan bisa memicu kanker. Karena air dingin bisa memadatkan minyak dalam makanan sehingga lama-kelamaan akan melapisi usus dan menyebabkan kanker.

Tidak ada bukti yang mendukung pesan tersebut. Apalagi menurut BBC Science and Nature, panas alami di perut akan membuat semua makanan yang masuk memiliki temperatur yang sama. Meskipun seseorang minum es, dinginnya es tidak akan bertahan lama di lambung.

Thursday, March 29, 2018

Susu berbahaya bagi kesehatan.

“Sampai penelitian detik ini, susu masih bermanfaat bagi tubuh, karena membantu kepadatan tulang," terang ahli gizi Jansen Ongko. Dia mengatakan, kalaupun ada kejadian seseorang menderita diare setelah meminum susu, itu bukan karena susu.

"Kalau ada kejadian setelah minum diare, itu biasanya kekurangan enzim. Enzim itu sebenarnya diproduksi tubuh kita sendiri. Enzim bisa bekerja kalau protein sudah terpenuhi," tuturnya. "Orang Indonesia kebanyakan kebutuhan protein saja belum terpenuhi, apalagi menciptakan enzim untuk memproses laktosa," tandas Jansen.

Beras membal karena mengandung plastik


Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia. Rasanya tidak kenyang kalau tidak makan nasi, begitu pemahaman sebagian orang. Jelas, beras adalah salah satu sembako yang digandrungi masyarakat dan tidak ada ruginya jika dijual di pasaran. Namun, tentu saja warga menjadi kaget dengan adanya kabar kalau ada beras plastik. Ditambah video beredar nasi yang bisa dibuat bola bisa menjadi membal, makin menambah jelas keberadaan beras plastik. 

Sontak, hal ini jadi membuat geger masyarakat. BPOM pun mengklarifikasi kalau beras tersebut bisa membentuk bola membal bukan karena ada plastik tapi memang ada kandungan amilosa dan amilopektinnya sehingga mudah dibentuk menjadi bola. Para pakar juga menjelaskan tidak mungkin beras ada plastiknya, apalagi digadang-gadang ingin meraup untung. Harga plastiknya saja sudah lebih mahal daripada beras. 


Menguji Beras Memakai Obat Luka


Broadcast soal ini beredar di WhatsApp dengan menyebut nama obat luka yang mengandung povidone-iodine. Katanya, pengujian dengan obat luka tersebut akan memberikan warna tertentu, yang berarti terdapat kandungan bahan kimia di dalamnya.

Padahal menurut Badan POM, beras sendiri memang memiliki kandungan utama berupa amilum, yaitu senyawa karbohidrat kompleks yang dihasilkan dari tumbuhan. Sifatnya adalah tidak larut air, berbentuk bubuk putih, serta tidak berbau.


Beras Mengandung Plastik


Isu ini diawali dengan temuan di sebuah pasar yang dibagikan di media sosial, kemudian menjadi viral. Kenyataannya, beras yang mengandung plastik itu tidak ada. Beritanya kemudian berkembang lagi dengan video nasi yang bisa dipantul-pantulkan dan katanya mengandung plastik.

Menurut Badan POM, pengujian terhadap beras yang dimaksud hasilnya negatif. Badan POM juga menambahkan bahwa konsumen perlu tahu bahwa pada dasarnya tekstur nasi dipengaruhi oleh komposisi komponen penyusun pati yang ada dalam butir peras, yakni amilosa dan amilopektin. Nah, tekstur lengket dan pulen dari nasi itu dipengaruhi oleh kadar amilopektin, sehingga nasi dapat dikepal seperti bola.


Viral Suplemen Makanan Mengandung DNA Babi, Ini Penjelasan BPOM


 Dua merek suplemen makanan ramai diperbincangkan karena mengandung DNA babi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberi penjelasan tentang kabar viral tersebut. 

Viralnya kasus itu terjadi saat ada surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya tentang dua merek suplemen makanan. 

"Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101," jelas BPOM dalam keterangan resminya, Rabu (31/1/2018). 

BPOM kemudian mengambil sampel dan melakukan pengujian terhadap parameter DNA babi pada suplemen makanan tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan babi. 

"Ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi," kata BPOM. 

 

Sehubungan dengan viralnya surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya tentang Hasil Pengujian Sampel Uji Rujuk Suplemen Makanan Viostin DS dan Enzyplex tablet, Badan POM RI perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

2. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi.


3. Badan POM RI telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.

4. PT. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

PT Medifarma Laboratories telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.

5. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan "MENGANDUNG BABI".

Badan POM RI secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

Makanan Mengandung Semua Zat Gizi


 Ahli kesehatan menegaskan tidak ada satu pun makanan yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, karena masing-masing memiliki nutrisinya sendiri-sendiri.
"Tidak ada satu pun makanan yang super, mengandung semua zat gizi. Ada kelompok pangan tertentu misalnya yang sudah mengandung mikronutrien," ujar spesialis gizi dari Rumah Sakit Pelni, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK dalam talk show "Pangan Aman Hidup Sehat"
Susu, misalnya, memang dianggap sebagai sumber lengkap kandungan makronutrien dan mikronutrien. Namun tentu saja, tak semua kebutuhan nutrisi terpenuhi hanya dengan mengonsumsi susu.

"Pangan yang dianggap kaya itu susu. Ada kombinasi vitamin B, K, Kalsium yang berperan untuk pertumbuhan. Lalu B12 untuk metabolisme tubuh, menghasilkan energi," tutur Juwalita.

Perlu diingat, seseorang membutuhkan karbohidrat, vitamin, protein, lemak ditambah sedikit asupan gula dan garam. Oleh karenanya asupan makanan yang beragam menjadi penting.
"Variasikan makanan. Ingat apakah makanan yang kita konsumsi sesuai kebutuhan makronutrien dan mikronutrien kita," kata Juwalita.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan kualitas protein yang dikonsumsi rata-rata masyarakat Indonesia masih rendah.
Hal ini karena ketidakseimbangan antara konsumsi protein hewani seperti susu, ayam, ikan, dan telur, serta protein nabati.